Menuju 2035, STAI Al Musdariyah Mantapkan Visi Cetak Sarjana “Nyantri, Nyunda, Nyakola” Berwawasan Global

CIMAHI – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Musdariyah Kota Cimahi memasuki babak baru dalam sejarah perjalanan akademiknya. Dalam upaya menjawab tantangan global dan dinamika pendidikan di era disrupsi, institusi pendidikan tinggi yang berbasis di Cimahi ini secara resmi menggelar Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) baru yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Al Musdariyah Kota Cimahi. Agenda strategis ini menjadi penanda dimulainya peta jalan jangka panjang menuju tahun 2035.

Acara sosialisasi yang digelar di Aula Utama Kampus STAI Al Musdariyah ini dihadiri oleh seluruh elemen civitas academica, mulai dari pimpinan senat, jajaran dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, hingga alumni. Suasana penuh optimisme terasa kental saat visi baru diperkenalkan ke publik internal: 

“Mewujudkan STAI Al Musdariyah sebagai Pusat Kajian Islam Modern pada Tahun 2035 yang Mencetak Sarjana Nyantri, Nyunda, dan Nyakola yang Berwawasan Global.”

Visi ini bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan sebuah kristalisasi dari cita-cita luhur untuk memadukan nilai spiritualitas Islam, kearifan budaya lokal Sunda, dan kompetensi intelektual bertaraf internasional.

Momentum Bersejarah: Serah Terima Dokumen VMTS

Puncak dari kegiatan sosialisasi ini ditandai dengan prosesi seremonial yang khidmat, yakni penyerahan Dokumen Naskah Akademik VMTS dari Tim Perumus kepada Pimpinan STAI Al Musdariyah.

Suasana hening sejenak saat Ketua Tim Penyusun VMTS berjalan menuju podium utama, membawa dokumen tebal yang merupakan hasil kajian mendalam, diskusi panjang, dan riset komprehensif selama beberapa bulan terakhir. Dokumen tersebut diserahkan secara langsung kepada Ketua STAI Al Musdariyah Kota Cimahi.

Dalam sambutannya sesaat setelah menerima dokumen tersebut, Ketua STAI Al Musdariyah menegaskan bahwa dokumen ini adalah amanah besar.

“Hari ini, kita tidak hanya menerima tumpukan kertas. Dokumen yang diserahkan oleh Tim Penyusun ini adalah cetak biru masa depan kita. Ini adalah janji kita kepada masyarakat, kepada umat, dan kepada bangsa. Bahwa pada tahun 2035 nanti, STAI Al Musdariyah tidak hanya akan menjadi penonton di pinggir panggung peradaban, tetapi menjadi pemain utama sebagai Pusat Kajian Islam Modern,” ujarnya yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.

Beliau juga mengapresiasi kerja keras Tim Penyusun yang telah berhasil merumuskan sebuah visi yang unik dan berkarakter. “Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja siang malam. Anda telah berhasil menggali mutiara kearifan lokal kita dan membingkainya dalam wawasan global,” tambahnya.

Filosofi Tri-Tangtu: Nyantri, Nyunda, Nyakola

Daya tarik utama dari visi baru STAI Al Musdariyah terletak pada pengangkatan filosofi lokal Sunda yang dikenal sebagai Tri-Tangtu, yang kemudian diadaptasi menjadi Nyantri, Nyunda, dan Nyakola. Dalam sesi pemaparan materi, dijelaskan secara rinci makna dari ketiga pilar tersebut dalam konteks pendidikan tinggi modern.

  • Nyantri (Kecerdasan Spiritual): Aspek ini menekankan bahwa setiap lulusan STAI Al Musdariyah, baik dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun Hukum Ekonomi Syariah (HES), harus memiliki fondasi keislaman yang kokoh. Nyantri di sini bukan hanya dimaknai secara simbolis, tetapi tercermin dalam kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Lulusan diharapkan memiliki integritas moral yang bersumber dari nilai-nilai Al-Quran dan As-Sunnah, layaknya seorang santri yang tawadhu namun teguh dalam prinsip.

  • Nyunda (Kecerdasan Budaya & Emosional): Di tengah arus globalisasi yang seringkali menggerus identitas lokal, STAI Al Musdariyah justru memperkuat jati dirinya. Nyunda dimaknai sebagai karakter yang menjunjung tinggi etika, sopan santun, dan falsafah hidup masyarakat Sunda seperti silih asah, silih asih, silih asuh (saling mencerdaskan, saling mengasihi, saling membimbing). Karakter ini diharapkan menjadi ciri khas lulusan yang someah (ramah) dan adaptif, sehingga mudah diterima di lingkungan kerja manapun.

  • Nyakola (Kecerdasan Intelektual): Pilar ketiga adalah Nyakola, yang berarti berpendidikan atau bersekolah. Ini adalah komitmen institusi terhadap mutu akademik. Lulusan STAI Al Musdariyah harus memiliki kompetensi keilmuan yang mumpuni, melek teknologi, dan profesional di bidangnya. Nyakola menuntut standar kurikulum yang ketat, budaya riset yang kuat, dan kemampuan berpikir kritis.

Menuju Wawasan Global dan Pusat Kajian Islam Modern

Target tahun 2035 sebagai “Pusat Kajian Islam Modern” menuntut STAI Al Musdariyah untuk melangkah lebih jauh dari sekadar pengajaran di kelas. Sosialisasi ini menekankan pentingnya transformasi digital dan jejaring internasional.

Ketua Tim Penyusun VMTS dalam laporannya menjelaskan bahwa frasa “Wawasan Global” menuntut civitas academica untuk tidak menjadi “katak dalam tempurung”.

“Islam Modern yang kita usung adalah Islam yang rahmatan lil alamin, yang mampu berdialog dengan kemajuan zaman tanpa kehilangan prinsip. Kurikulum kita kedepan akan didesain untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa asing yang kuat dan literasi digital, sehingga sarjana kita bisa berkiprah di level multinasional, baik sebagai pendidik, praktisi hukum ekonomi syariah, maupun sociopreneur,” paparnya.

Langkah Strategis Paska Penetapan

Dengan telah diserahterimakannya dokumen VMTS ini, STAI Al Musdariyah Kota Cimahi kini bersiap melangkah ke tahap implementasi. Sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk menyamakan frekuensi seluruh pemangku kepentingan.

Beberapa langkah strategis yang akan segera dieksekusi antara lain adalah peninjauan ulang kurikulum agar selaras dengan visi baru, peningkatan kapasitas dosen melalui studi lanjut dan penelitian, serta peremajaan fasilitas kampus untuk mendukung iklim akademik yang modern. Selain itu, kerjasama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri akan digencarkan untuk membuka wawasan global bagi para mahasiswa.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandakan kesiapan kolektif keluarga besar STAI Al Musdariyah untuk berlayar menuju visi 2035. Harapan besar kini tertumpu di pundak seluruh civitas academica untuk mewujudkan lahirnya generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akal, tetapi juga bening hatinya dan luhur budi pekertinya.

STAI Al Musdariyah percaya, dengan memegang teguh nilai Nyantri, Nyunda, dan Nyakola, mereka tidak hanya sedang mencetak sarjana, tetapi sedang membangun peradaban. (Humas-STAIA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Seleksi Calon Mahasiswa Penerima...

Prestasi

Lomba Lari
Lomba Melukis

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman